Selamat Datang Di Blog Nurdin Montacity Kabupaten Dompu

Rabu, 03 Desember 2014

Laporan Fieltrip Tentang Pemasaran Hasil Gapoktan Suka Makmur

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang.
Field Trip adalah sebuah perjalanan lapangan atau ekskursi, yang dikenal sebagai perjalanan sekolah. Pengertian lainnya field trip adalah perjalanan oleh sekelompok orang ke tempat yang jauh dari lingkungan yang normal mereka. Tujuan perjalanan biasanya pengamatan untuk penelitian pendidikan, non-eksperimental atau untuk menyediakan mahasiswa dengan pengalaman luar kegiatan sehari-hari.
Kegiatan belajar mengajar tidak semestinya selalu dilakukan di dalam kelas, karena hal itu akan membuat peserta didik merasa jenuh dan bosan. Sesekali mereka diajak keluar kelas untuk meninjau hal-hal di sekeliling mereka yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Dalam hal ini merupakan penerapan dari metode fieldtrip (karyawisata), yaitu merupakan pejalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman secara langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum kampus/sekolah.
Pemasaran Hasil Pertanian atau Tata niaga Pertanian merupakan serangkaian kegiatan ekonomi berturut-turut yang terjadi selama perjalanan komoditas hasil-hasil pertanian mulai dari produsen primer sampai ke tangan konsumen (FAO pada tahun 1958).
Pemasaran hasil pertanian berarti kegiatan bisnis dimana menjual produk berupa komoditas pertanian sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, dengan harapan konsumen akan puas dengan mengkonsumsi komoditas tersebut. Pemasaran hasil pertanian dapat mencakup perpindahan barang atau produk pertanian dari produsen kepada konsumen akhir, baik input ataupun produk pertanian itu sendiri.
Konsep pemasaran berorientasikan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan efektif. Empat hal berikut merupakan prinsip utama yang menjadi tonggak  konsep pemasaran:
1.    Pasar sasaran – memiilih pasar sasaran yang tepat dan membentuk aktiviti pemasaran dengan sempurna.
2.    Keperluan pengguna -  memahami kehendak sebenar pengguna dan memenuhinya dengan lebih efektif. 
3.    Pemasaran berintegrasi - kesemua fungsi / sub-unit industri bekerjasama memenuhi tanggungjawab pemasaran. 
4.    Keuntungan - mencapai keuntungan melalui kepuasan pelanggan.  
1.2 Tujuan.
Adapun tujuan pelaksanaan Fieldtrip mata kuliah Pemasaran hasil pertanian ini adalah:
1.  Agar mahasiswa mengetahui secara langsung kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh pengusaha atau Gapoktan.
2.  Agar Masasiswa mengetahui bagaimana pemasaran mencari keuntungan dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
3.  Agar mengetahui pengusaha mendapatkan jaringan atau patner yang ada diluar Kabupaten
4.  Agar Mahasiswa mengetahui cara pengolahan dan penanganan hasil  jagung dari tingkat produsen oleh pengusaha / Gapoktan















BAB II
METODE PELAKSANAAN

2.1  Waktu dan Tempat
Kegiatan Field Trip dilaksanakan selama satu hari pada Hari Selasa, Tanggal 2 Desember 2014 di Gapoktan Suka Makmur Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

2.2  Peserta
Jumlah peserta pada kegiatan Filed Trip Suka Makmur Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang adalah sebanyak 40 orang Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang jurusan penyuluhan pertanian semester V.a.

2.3. Materi
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tatap muka yang berlangsung di tempat usaha di Suka Makmur Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang antara lain :
1.      Pengantar disampaikan oleh Dosen yang menangani mata kuliah pemasaran hasil pertanian
2.      Penjelasan yang disampaikan oleh penyuluh pertanian yang mendampingi Gapoktan Suka Makmur Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang
3.      Penjelasan yang disampaikan oleh Ketua Gapoktan Suka Makmur Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
4.      Diskusi antara Mahasiswa dengan Ketua Gapoktan yang menangani pemsaran hasil pertanian khususnya tanaman jagung





BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1     Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah Suatu kegiatan usaha/bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen melalui pendistribusian suatu produk. Beberapa ahli memberikan bermacam-macam defenisi tentang pemasaran, antara lain:
  1. Philip dan Duncan: Pemasaran meliputi semua langkah yang dipergunakan untuk menempatkan barang-barang nyata ketangan konsumen.
  2. W.J. Stanton: Pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha, yang bertujuan merencanakan, menentukan harga, hingga mempromosikan, dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli, baik yang actual maupun yang potensial.
  3. P.H. Nyistrom: Pemasaran meliputi segala kegiatan mengenai penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ketangan konsumen.
  4. American Marketing Association:  Pemasaran pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen kekonsumen.
Kegiatan yang paling utama pemasaran dalam hal memenuhi kepuasan konsumen adalah dengan memperhatikan produk, harga, distribusi dan promosi. Keempat instrumen pemasaran tersebut dikenal dengan istilah bauran pemasaran seperti berikut:.
  1. Produk (product): Keragaman produk, Kualitas, Design, Ciri, Nama merek, Kemasan, Ukuran, Pelayanan, Garansi, Imbalan
  2. Harga (Price): Daftar harga, Rabat/diskon, Potongan harga khusus, Periode pembayaran, Syarat kredit
  3. Tempat (Place): Saluran pemasaran, Cakupan pasar, Pengelompokkan, Lokasi, Persediaan, Transportasi
  4. Promosi (Promotion): Promosi penjualan, Periklanan, Tenaga penjualan, Kehumasan/ public relation, Pemasaran langsung.
Apabila kepuasan konsumen tersebut terpenuhi, maka hasil penjualan produk akan meningkat, dan akhirnya tujuan pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba. Sebaliknya, apabila kebutuhan konsumen diabaikan dan hanya berfikir dari sudut pandang produsen saja, kemungkinan hasil penjualan produk akan menurun, sehingga laba yang diperoleh minim, bahkan dapat terjadi kerugian.

3.2   Profil Gapoktan Suka Makmur
Pembentukan kelompok / Gapoktan “Suka Makmur “ dibentuk pada tahun  2008, Jumlah anggota sebanyak 85 orang, dasar pembentukan Gapoktan ini karena petani yang ada di Desa Watugede sulit sekali untuk mendapatkan pupuk dan bertujuan untuk menambah  penghasilan dan modal yang dibutuhkan oleh anggota Gapoktan.
Terbentuknya Gapoktan ini difasilitasi oleh pemerintah setempat terutama Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Malang dan memberikan suntikan dana bansos dari Penguatan Lembaga Pemasyarakatan Desa dan Gapoktan Suka Makmur mempunyai kegiatan atau usaha kelompok adalah penggilian Gabah beras dan Jagung dan sampai keproses pemasaran.

3.3  Proses Pemasaran Hasil
a.     Membaca Peluang Pasar
 Peluang pasar berangkat dapat diartikan sebagai peluangdari seseorang (produsen, petani atau pihak lain) untuk menjual hasil pertanian dengan mendapatkan keuntungan. Karena pelaku lembaga pemasaran tidak semua mampu memanfaatkan peluang ini, maka hanya mereka yang memanfaatkan pasar saja yang memperoleh kesempatan yang baik.
Dalam banyak kenyataan, maka di antara pelaku pemasaran tersebut, maka posisi produsen atau petani adalah yang paling lemah.  Berbagai faktor yang menyebabkannya, namun karena kondisi yang seperti ini, maka petani sering dirugikan.  Misalnya, hanya sebagian kecil saja harga yang diterima petani dari harga yang semestinya diperoleh dari konsumen.  Contohnya adalah kondisi jagung, dari harga yang diberikan oleh konsumen (100%), maka hanya 47,5% yang diterima petani dan sisanya dinikmati atau diambil oleh para pelaku lembaga pemasaran. 
Dalam pemamasaran komoditi pertanian, seringkali di jumpai adanya rantai pemasaran yang panjang, sehingga banyak juga pelaku  lembaga pemasaran yang terlibat dalam rantai pemasaran tersebut.  Akibatnya adalah terlalu besar keuntungan pemasaran yang diambil oleh para pelaku pemasaran tersebut.
b.    Proses Mendapatkan Prodak
Dalam pelaksanaan usaha pemasaran produk adalah hal yang sangat penting yang diusahakan baik dari tingkat petani maupun tingkat pengusaha yang diajak kerjasama untuk mendapatkan produk khususnya padi dan jagung. Produk yang didapat baik dari anggota Gapoktan itu sendiri maupun dari kabupaten lain dan bahkan dari luar jawapun seperti NTB dan NTT.

c.   Proses Pengolahan dan Penanganan Hasil
Setelah mendapatkan prodak yang masih dalam keadaan gelondong akan dilakukan pengolahan seperti
1.  Penyimpanan
Penyimpanan diperlukan untuk menyimpan barang selama belum dikonsumsi atau menunggu diangkut ke daerah pemasaran atau menunggu diolah. Yang dimaksud dengan penyimpanan adalah perlakuan terhadap produk pertanian agar waktu simpan menjadi lebih lama. Kegiatan penyimpanan akan memperkecil fluktuasi harga antar musim panen dan musim paceklik, mengatur keseimbangan suplai sepanjang tahun.
Dalam usaha penyimpanan ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian diantaranya :
a)               Jumlah stok yang dimiliki
b)               Jumlah stok regional, nasional dan dunia
c)               Cara-cara pengelolaan dan pembiayaan stok
d)               Cara mengurangi biaya operasi penyimpanan dan pengelolaan persediaan
e)               Tingkat volume stok yang efisien dan efektif
f)                Perkiraan lama penyimpanan yang akan dilakukan
Biaya penyimpanan dapat ditekan dengan cara :
a)     Pemberantasan hama selama penyimpanan
b)     Pelaksanaan panen yg tepat
c)     Perbaikan konstruksi gudang sesuai jenis dan sifat barang
d)     Kandungan air dari barang yang tepat
Pengolahan hasil pertanian termasuk dalam fungsi penyimpanan yaitu  untuk meningkatkan kualitas barang baik dalam rangka memperkuat daya tahan barang (prosesing minimal) maupun meningkatkan nilainya. Kegiatan pengolahan memberikan kegunaan bentuk baik menambah maupun menciptakan utiliti, jumlah dan jenis konsumen pun akan bertambah banyak.
2.     Pengeringan
Proses pengeringan dilakukan oleh Gapoktan Suka Makmur adalah dilakukan secara manual yang bersumber dari sinar matahari yang ditempatkan dilantai jemur yang telah disediakan di rumah ketua Gapoktan itu sendiri.
3.     Penggilingan
Proses Penggilingan dilakukan oleh Gapoktan Suka Makmur adalah penggilingan merupakan usaha utama yang diusahakan oleh Gapoktan tersebut dengan menggunakan mesin diesel dan mesinn pipil untuk jagung yang awalnya dari gelondong dan dimasukan kedalam karung untuk siap dipasarkan

d.    Proses Pemasaran
Tujuan pemasaran adalah mencari keuntungan dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dapat memuaskan konsumen itu sendiri. Kepuasan konsumen akan tercapai apabila produk berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumen, harga dapat terjangkau oleh konsumen target, pelayanan kepada konsumen memuaskan dan citra produk baik dari sudut pandang konsumen.
Dalam proses pemasaran yang dilakukan oleh Gapoktan Suka Makmur adalah dengan kondisi gelondong dan digiling atau dipipil, yang paling menguntungkan bagi Gapoktan Suka Makmur dengan menjual dalam kondisi yang sudah di giling atau di pipil dengan harga 250.000/kilo.
Proses pemasaran sampai ketangan konsumen yang dilakukan adalah konsumen juga dapat mengambil langsung ke Gapoktan atau diantar langsung ke pasar atau konsumen yang sudah memesan lagsung.






BAB IV
PENUTUP


4.1  Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari kegiatan pelaksanaan Fieldtrip di Gapoktan Suka Makmur Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang adalah sebagai pengetahuan tentang proses pemasaran hasil dan cara pengolahan serta penanganan hasil pertanian khususnya beras dan jagung untuk siap dipasarkan.
Dengan tujuan adalah untuk mencari keuntungan dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dapat memuaskan konsumen itu sendiri. Kepuasan konsumen akan tercapai apabila produk berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumen, harga dapat terjangkau oleh konsumen target, pelayanan kepada konsumen memuaskan dan citra produk baik dari sudut pandang konsumen

4.2  Saran
Dalam pelaksanaan Fieldtrip ini dapat dilaksanakan setiap tahunya supaya mahasiswa dapat mengetahui secara langsung tentang materi yang diterima dikampus secara teoritis, oleh sebab itu kami mengharapkan kepada pihak akademik agar program pelaksanaan Fieldtrip seperti ini tetap akan dilaksanakan setiap tahunnya.










CV. RODEO LAPORAN FIELD TRIP PENANGANAN HASIL PERTANIAN

BAB I
PENDAHULUAN


       1.1     Latar Belakang
Field Trip adalah sebuah perjalanan lapangan atau ekskursi, yang dikenal sebagai perjalanan sekolah.Pengertian lainnya field trip adalah perjalanan oleh sekelompok orang ke tempat yang jauh dari lingkungan yang normal mereka.Tujuan perjalanan biasanya pengamatan untuk penelitian pendidikan, non-eksperimental atau untuk menyediakan mahasiswa dengan pengalaman luar kegiatan sehari-hari.
Kegiatan belajar mengajar tidak semestinya selalu dilakukan di dalam kelas, karena hal itu akan membuat peserta didik merasa jenuh dan bosan. Sesekali mereka diajak keluar kelas untuk meninjau hal-hal di sekeliling mereka yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Dalam hal ini merupakan penerapan dari metode fieldtrip (karyawisata), yaitu merupakan pejalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman secara langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum kampus/sekolah.
Namun karyawisata dalam arti pembelajaran mempunyai arti sendiri yang berbeda dengan karyawisata dalam arti umum.Karyawisata di sini berarti kunjungan di luar kelas dalam rangka belajar.Misalnya dengan mengajak peserta didik mengamati hal-hal yang ada di sekeliling sekolah, kemudian membuat karya yang pada akhirnya ada sangkut pautnya dengan materi yang dipelajari selama waktu yang telah ditentukan oleh guru /dosen.Jadi karyawisata ini tidak mengambil tempat yang jauh dari kampus dan tidak memelukan waktu yang lama.Karyawisata dalam waktu yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour.
Fieldtrip yang dilakukan adalah untuk mengetahui cara melukan penanganan hasil pertanian yang dikemas/dipeking untuk menjaga keutuhan hasil pertanian dan tidak terjadinya loses/kehilangan baik dalam kualitas maupun kuantitas, yaitu mula i dari  penurunan kualitas sampai komoditas tersebut tidak layak pasar (not marketable) atau tidak layak dikonsumsi.
Untuk menekan kehilangan tersebut perlu diketahui :
-       Sifat biologi hasil tanaman yang ditangani : struktur dan komposisi hasil tanaman
-       Dasar-dasar fisiologi pasca panen : respirasi, transpirasi, produksi etilen
-       Teknologi penangan pasca panen yang sesuai

1.2     Tujuan
1.    Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya
2. Mahasiswa dapat mengetahui cara penanganan hasil pertanian baik pada waktu panen sampai pasca panen
3. Mahasiswa dapat mengetahui secara langsung cara pekingan hasil pertanian dan pemberian label sampai ke proses pemasaran hasil.


  
BAB II
METODE PELAKSANAAN

2.1     Tempat Dan Waktu
Adapun tempat pelaksanan fieldtrip ini adalah di UD. RodeoKabupaten Malang Jawa Timur dan Waktu pelaksanaan pada tanggal 12 November 2014

2.2  Peserta
Jumlah peserta pada kegiatan Filed Trip di CV. Rodeo Kabupaten MalangJawa Timur adalah sebanyak80 orang Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang jurusan penyuluhan pertanian semester V.

2.3. Materi
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada tatap muka yang berlangsung di tempat usaha UD. Rodeo Kabupaten MalangJawa Timur antara lain :
1.    Perkenalan pengusaha CV. Rodeo
2.    Penjelasan usaha yang dikembangkan oleh CV. Rodeo
3. Penjelasan tentang bagaimana cara penanganan hasil mulai dari proses pengangkutan hasil sampai ke CV. Rodeo
4.  Penjelasan tentang bagaimana proses pekingan dan proses penjualan sampai ketangan konsumen.
5.    Pemantauan lagsung bagaimana cara melakukan proses pekingan yang baik.













BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN


3.1     Keadaan Umum Kecamatan Lawang
Kota Lawang adalah sebuah kota kecamatan kecil di dekat Malang tepatnya 19 km di sebelah utara Kota Malang, atau 71 km di sebelah selatan kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.Kota Lawang terletak di 450meter dpl (dari permukaan air laut) dengan koordinat 7°49'48"S 112°42'0"E, atau secara geografis terletak di pegunungan dan dikelilingi Gunung Arjuna pada sebelah barat dan Gunung Semeru untuk sebelah timurnya, serta diapit oleh Kota Singosari pada sebelah selatan dan Kabupaten Pasuruan pada sebelah utara.
KabupatenMalang merupakan wilayah yang strategis sejak pada masa pemerintahan kerajaan-kerajaan. Hingga saat ini Kabupaten Malang merupakan wilayah yang cukup strategis, hal ini didukung dengan mudahnya akses yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan daerah sekitar, yaitu dengan adanyajalan arteri primer yang ditunjang dengan sarana prasaranatransportasi yang memadai.
Lawang merupakan daerah berkembang di Kabupaten Malang, sektor industri dan perdagangan sangat diandalkan di wilayah ini. Sama halnya daerah-daerah dan kota-kota lain di Indonesia, sejarah perkembangan dari suatuwilayah bermula dari suatu daerah yangdapat dijadikan pusat perkembangan atau yang biasa disebut dengan kota lama.Kawasan pusat Kota Lawang memiliki tingkat kegiatan yang meningkat selama beberapa tahun dan dapat dinilai intensif dan teratur.
Perkembangan yang mencolok terlihat pada kawasan perdagangan, yang berada di sekitar Pasar Lawang.Selain itu juga pada kawasan jasa dan
perkantoran yang beraglomerasi di sepanjang Jalan Thamrin (ruas jalanarteri primer Surabaya-Malang).Sejarah dan perkembangan Lawang tentunyasaling berkaitan dengan wilayah sekitarnya, seperti Singosari, Purwosari dan Kota Malang. Semula Lawang merupakan kota kecil yang diperuntukkan sebagai daerah peristirahatan dan perkebunan yang kaya di Lereng Gunung Arjuno.
Kota Lawang dikenal sebagai kotaperistirahatan sejak zaman penjajahan Belanda. Karena itu tidak mengherankan bila sampai saat ini masih banyak ditemui bangunan kuno dengan konstruksi khas arsitektur Belanda.Berdinding tebal, beratap tinggi dengan pintu dan jendelanya yang super lebar dan tinggi.Kurang lebih terdapat 80 bangunan yang letaknya menyebar dari pusat Kota Lawang. Termasuk stasiun kereta api yang merupakan salah satu persinggahan kereta api jalur Selatan dari Surabaya ke Malang dengan umur banguan 123 tahun.
Dari arah Utara:
1.    Daerah Tawang sari,banyak bagunan kuno yg masih di pertahankan oleh penduduk sekitar. Kurang lebih 10 bangunan termasuk juga bangunan kuno yang terdapat di dalam asrama Polisi Militer AD Tawangsari(sebelah kiri jalan arah dari Surabaya-Malang).
2.    Di Jalan Dr. Soetomo, di jalan ini terdapatbangunan kuno yang menjadi icon dari kota Lawang sejak penjajahan Belanda. HOTEL NIAGARA.(pembahasan bangunan ini akan saya jelaskan setelah ini)
3.    Sebelah utara Pasar Lawang. Sayangnya di sini banyak bangunan kuno yangsudah irobohkan karena tidak terawat. Untuk di sebelah timur Pasar Lawang terdapat kurang lebih 5 bangunan yang masih di pertahankan. Terdapat 2 bangunan kuno yang tidak mengalami perubahan fisik di Jalan Thamrin (selatan dari Pasar Lawang)
4.    Di dalam pusat kota, seperti di Kelurahan Kauman. Beberapa bangunan kuno yang sejak bangunan didirikan tidak mengalami perubahan fungsi. Bangunan-bangunan kuno yang dipergunakan untuk sarana umum dan beberapa rumah tinggalKondisi kawasan yang semakin berkembang dengan pesat, maka berdampak pada bangunan-bangunan kuno, yaitu beberapabangunan yang mengalami perubahan fungsi. Namun, adanya perubahan fungsi bangunan di kawasan pusat Kota Lawang, tidak menyebabkan
perubahan fisik bangunan secara total. Di antaranya Gereja Advent, dahulu merupakan rumah tinggal.
5.    Di Jalan Argo Tunggal, di daerah ini terdapat Sekolah Dasar Khatolik St. Fransiskus yang sudah bediri sejak penjajahan Belanda. Sekolah ini dulunya khusus untuk anak-anak kolonial Belanda dan anak-anak para Pejabat Pemerintah setempat. Bangunan sekolah ini tetap dipertahankan sejak didirikan (saya bisa menulis seperti ini karena saya sendiri adalah alumnus dari sekolah tersebut). Untuk di sekitar sekolahan tersebut, cukup banyak bangunan kuno yang masih terawat.
6.    Di kawasan permukiman yang terletak di pusat Kota Lawang, tepatnya di belakang Stasiun Kereta Api Lawang, yaitu Kawasan Permukiman Ngamarto. Perkembangan Kawasan Ngamarto tidak lepas dari pengaruh berdirinya Stasiun Kereta Api. Kondisi beberapa bangunan rumah tinggal Ngamarto kurang terawat dan terpelihara dengan baik.
7.    Di Kelurahan Sumber Waras dan Sumber Wuni, masih terlihat 7-10 bangunan. Untuk Kelurahan Sumber Wuni Utara terdapat sederet bangunan kuno pada sisi jalan, sayangnya bangunan ini tidak terawat dengan baik.
Sejak itulah terjadi pembangunan besar-besaran pada kawasan studi, yang berdampak pada pemugaran bangunan kuno.Hal ini berdampak pada pengurangan jumlah landmark, yang semula terdapat 3 buah (Hotel Niagara, sebuah bank swasta dan Kantor BAPPERKI), namun saat ini hanya terdapat sebuah landmark (Hotel Niagara). Hotel Niagara merupakan bangunan tertinggi di kawasan kota ini, dan memiliki corak bangunan yangunik dan fenomenal, Hotel Niagara dapat juga disebut sebagai icon dari Lawang.... Setelah Indonesia merdeka, Indonesia mulai banglit dari keterpurukan, semua daerah berlomba-lomba membangun daerahnya kembali. Sama halnya dengan kawasan Lawang, seiring dengan pesatnya perkembangan,letak kawasan yang strategis dan mudahnya penjangkauan, sehingga kawasan menjadi pusat kegiatan, pusat pemerintahan, dan pusat perdagangan

3.2     Kegiatan Pelaksanaan Fieltrip
Adapun kegiatan pelaksanaan Fieltrip di UD. Rodeo Kabupaten MalangJawa Timuradalah sebagai berikut :
a.     Pengelolaan Manajemen CV. Rodeo
          Pengelolaan manajemen administrasi CV. Radeo adalah sangat perlu diperhatikan oleh keberlanjutan usaha, baik penataan administrasi keuangan maupun pelaporan sangat perlu diperhatikan dan yang penting adalah kesejahteraan karyawan, karyawan yang bekerja di CV. Rodeo sebanyak 8 orang dan digaji tiap bulannya sebanyak Rp. 600.000,- dan karywan langsung nginap di CV. Rodeo, jam kerja karyawan  mulai dari jam 4 sore sampai jam 7 pagi sesuai dengan banyaknya pesanan dari konsumen / pelanggan.

b.     Pengertian Penanganan
Penanganan adalah suatu kegiatan penanganan produk hasil pertanian dan perkebunan, sejak pemanenan hingga siap menjadi bahan baku atau produk akhir siap dikonsumsi, dimana didalamnya juga termasuk distribusi dan pemasarannya.Cakupan teknologi pascapanen dibedakan menjadi dua kelompok kegiatan besar, yaitu
c.    pertama: penanganan primer yang meliputi penanganan komoditas hingga menjadi produk setengah jadi atau produk siap olah, dimana perubahan/transformasi produk hanya terjadi secara fisik, sedangkan perubahan kimiawi biasanya tidak terjadi pada tahap ini.
d.    Kedua: penanganan sekunder, yakni kegiatan lanjutan dari penanganan primer, dimana pada tahap ini akan terjadi perubahan bentuk fisik maupun komposisi kimiawi dari produk akhir melalui suatu proses pengolahan.

c.     Cara Melakukan Penanganan
1.     Pemanenan
Pemanenan hasil pertanian harus dilakukan secara hati-hati jangan sampai terjatuh, tergores, memar dan sebagainya, karena luka yang disebabkan oleh hal tersebut akan menyebabkan terjadinya pembusukan akibat peningkatan laju respirasi. Untuk menghindari kerusakan hasil pertanian pada saat pemanenan perlu diperhatikan sehingga daya beli yang dilakukan oleh CV. Rodeo sangat tinggi dengan memperhatikan hasil pertanian sebagai berikut:
-       Jangan sampai hasil panen terjatuh.
-       Gunakan alat panen, misalnya gunting atau pisau/parang tajam.
-       Wadah/keranjang penampung hasil panen harus kuat, permukaan bagian dalamnya halus dan mudah dibersihkan.
Penentuan waktu panen hasil pertanian sangat diperhatikan yang siap dipanen dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :
a.    Visual : dengan melihat warna kulit, ukuran, masih adanya sisa tangkai putik, adanya daun-daunan tua di bagian luar yang kering dan penuhnya buah.
b.    Fisik : mudahnya buah terlepas dari tangkai atau adanya tanda merekah, ketegaran dan berat jenis.
c.    Analisis kimia : mengukur kandungan zat padat, asam,  perbandingan zat padat dengan asam, dan kandungan zat pati.
d.    Perhitungan jumlah hari setelah berbunga dan unit panas.
e.    Metode fisiologis : pengukuran pola respirasi yaitu perbandingan antara co2 dan o2.

2.   Pengumpulan
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada tahap pengumpulan yang perlu CV. Rodeo perhatikan jika melakukan pembelian pada produsen atau petani pengusaha buah, sayur, dan hasil pertanian lainnya adalah :
a.    Lokasi pengumpulan harus didekatkan dengan tempat pemanenan, agar tidak terjadi penyusutan atau penurunan kualitas akibat pengangkutan dari dan ke tempat penanganan / proses pekingan.
b. Perlakukan/tindakan penanganan dan spesifikasi wadah yang digunakan harus disesuaikan dengan sifat dan karakteristik komoditi sayuran.
b.   Wadah sebagai tempat penampung antara lain berupa keranjang, peti atau karung goni.
c.    Produk segar harus dihindarkan dari kontak langsung sinar matahari.

3.     Sortasi
Hal ini sangat diperhatikan ketika CV.Rodeo melakukan pembelian ditingkat petani / produsenyaitu Sortasi merupakan kegiatan memisahkan hasil pertanian yang berkualitas kurang baik, seperti cacat, luka, busuk dan bentuknya tidak normal dari hasil pertanaian /sayuran yang berkualitas baik. Pada proses sortasi dilakukan proses pembersihan, yaitu membuang bagian yang tidak diperlukan seperti daun tua, cacat atau busuk.

4.   Pembersihan/pencucian
Hal ini sangat diperhatikan ketika CV.Rodeo melakukan pembelian ditingkat petani / produsen yaitu Pencucian dilakukan agar hasil pertanian seperti buah dan sayuran terbebas dari kotoran, hama dan penyakit. Dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir yang bertujuan untuk menghindari kontaminasi. Pencucian dengan air juga berfungsi sebagai pre-cooling untuk mengatasi kelebihan panas yang dikeluarkan produk saat proses pemanenan.
5.   Grading Atau Pengkelasan
Hal ini sangat diperhatikan ketika CV.Rodeo melakukan pembelian ditingkat petani / produsenyaitu Pengkelasan dimaksudkan untuk mendapatkan sayuran yang bermutu baik dan seragam dalam satu golongan /kelas yang sama sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan atau atas pemintaan konsumen. Pengkelasan dilakukan berdasarkan berat, besar, bentuk, rupa, warna, bebas dari penyakit, dan cacat lainnya.

6.   Pengemasan dan Pemberian Label
Pengemasan ini dilakukan oleh CV. Rodeo sendiri setelah penanganan yang dilakukan oleh petani / produsen,Pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pengemasan untuk meningkatkan daya beli dan keamanan terhadap buah dan sayuran antara lain adalah:
-       Kemasan harus memberi perlindungan terhadap sifat mudah rusak sayuran dan buah yang menyangkut ukuran, bentuk konstruksi dan bahan yang dipakai.
-       Kemasan harus cocok dengan kondisi pengangkutan dan harus dapat diterima oleh konsumen dalam keadaan baik.
-       Harga dan bentuk kemasan harus sesuai dengan nilai sayuran yang dikemas.
-    Kemasan dibagi menjadi : (a) kemasan konsumen atau konsumen primer; (b) kemasan transportasi  atau   kemasan   sekunder,  dan (c) kemasan pengisi atau kemasan tersier.
-      Pengemasan tersebut harus disertai dengan pemberian label dengan Nama CV. Rodeo sehingga untuk mengenali terhadap daya beli oleh konsumen lainnya ketika bahan tersebut di pasarkan disupermarket atau Mol.
7.     Transportasi
Pengangkutan hasil pertanian ini dilakukan oleh CV.Rodeo itu sendiri setelah dilakukan  pengemasan yang sesuai dengan jumlah pesanan, pesanan ini ada yang dari daerah jawa maupun diluar jawa seperti Sumatra dan bahkan daerah timur seperti ; NTB, NTT dan lain -lain, transportasi ini bisa dilakukan melalui jalan darat, melalui laut, dan melalui udara. pada tahap ini, kemasan harus sudah memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:
        a.    Melindungi sayuran dari kerusakan mekanik;
       b.    Tidak menghambat lolosnya panas bahan  dan panas pernapasan dari produk, dan
  c. Mempunyai kekuatan konstruksi yang cukup untuk mengatasi penanganan dan penumpukan yang wajar.

Penanganan pasca panen hasil pertanian oleh CV. Rodeo seperti sayurandan buah mempunyai kedudukan yang sama dengan penanganan budidaya, hal ini untuk menjamin mutu hasil pertanian sayur dan buah agar tetap dalam kondisi prima sampai ke tangan konsumen. kehilangan hasil produk dapat ditekan pada setiap rantai penanganan pasca panen dan mempertahankan mutu produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai ekonomis dan daya saing produk. 


  
BAB IV
PENUTUP


4.1     Kesimpulan
Dari kegiatan fieldtrip pada CV. Rodeo Kecamatan lawang Kabupaten Malang - Propinsi Jawa Timur, khususnya tentang cara melakukan penanganan hasil pertanian terutama sayur dan buah dapat diambil kesimpulan adalah sebagai berikut:
1.    Penanganan pasca panen hasil pertanian oleh CV. Rodeo seperti sayuran  dan buah mempunyai kedudukan yang sama dengan penanganan budidaya, hal ini untuk menjamin mutu hasil pertanian sayur dan buah agar tetap dalam kondisi prima sampai ke tangan konsumen. kehilangan hasil produk dapat ditekan pada setiap rantai penanganan pasca panen dan mempertahankan mutu produk yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai ekonomis dan daya saing produk. 
2.    Pengelolaan manajemen administrasi juga sangat penting dalam menjalankan suatu usaha, maju mundurnya suatu usaha tergantung dari sikap manajemen seorang pemimpin untuk bisa menata, menyusun rencana yang baik agar usaha bisa berjalan sesuai apa yang diharapkan.

4.2      Saran
Dalam pelaksanaan Fieldtrip ini dapat dilaksanakan setiap tahunya supaya mahasiswa dapat mengetahui secara langsung tentang materi yang diterima dikampus secara teoritis, oleh sebab itu kami mengharapkan kepada pihak akademik agar program pelaksanaan Fieldtrip seperti ini tetap akan dilaksanakan setiap tahunnya karna kami sebagai calon penyuluh dapat menerapkan hasil Fieldtrip ini bisa diterapkan didaerah kita masing - masing.





MAIRA NDAI KATAHO DANA RORASA